Kamis, 20 Desember 2012

Vitamin D Kurangi Risiko Perkembangan Autisme

Peneliti menemukan manfaat lain Vitamin D. Vitamin D ternyata mampu mengurangi risiko perkembangan penyakit autis sebanyak 50 persen. Ketika gejala autisme mulai menunjukkan perkembangan, kita bisa mengatasinya dengan mengobati serta memenuhi kurangnya Vitamin D pada tubuh penderita.

Ilmuwan mempelajari beberapa variasi autis berdasarkan kondisi di Amerika Serikat (AS) pada mereka yang berusia 6-17 tahun pada 2010. Hasilnya menunjukkan, negara yang memiliki dosis sinar ultraviolet-B (UV-B) tinggi pada musim panas dan musim gugur memiliki tingkat penderita autis lebih rendah.

Salah satu mekanisme di mana Vitamin D memungkinkan pengurangan risiko autisme adalah melalui pengurangan risiko mutasi sporadik DNA yang mempengaruhi perkembangan janin. Mekanisme lain juga bisa terjadi melalui pengurangan risiko influenza dan infeksi penyakit lain selama kehamilan yang memiliki hubungan dengan risiko schizophrenia.

Berdasarkan laporan organisasi yang berfokus pada manfaat Vitamin D, Vitamin D Council, variasi geografis seperti itu juga sudah dicatat untuk melihat insiden dan kematian akibat 15 jenis kanker di AS.

Selain itu, Vitamin D juga mampu mengurangi inflamasi--reaksi tubuh terhadap mikroorganisme dan benda asing yang ditandai oleh panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh-- dengan memindahkan produksi sitoksin menjadi inflamasi sitoksin yang lebih rendah.

Studi baru-baru ini juga menunjukkan, Vitamin D bisa meningkatkan neurotophin, meregulasi glutathione, meningkatkan enzim perbaikan DNA, dan melindungi tubuh dari kerusakan mitokondria.

Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Dermato-Endocrinology.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar