Jumat, 21 Desember 2012

Anak Tak Harus Pintar untuk Bisa Matematika

Banyak orang tua yang mengeluhkan performa akademis anaknya di mata pelajaran matematika. Padahal mata pelajaran ini dianggap krusial karena menjadi indikator tingkat kecerdasan si anak. Namun jika itu terjadi pada anak Anda, tak usah keburu khawatir karena sebuah studi baru menemukan trik jitu untuk mengatasinya.

Menurut studi ini, hanya dengan bermodalkan motivasi dan strategi pengajaran yang baik maka kemampuan anak di mata pelajaran matematika dapat ditingkatkan, bahkan bagi anak yang dianggap tak mampu mengenali angka sekalipun.

"Penentu utama dari pertumbuhan pencapaian kemampuan matematika ini bukanlah seberapa pintar anak Anda tapi seberapa termotivasinya mereka dan bagaimana cara mereka belajar. Bahkan motivasi dari dalam diri si anak mendorong pertumbuhan pencapaian kemampuan matematikanya dalam jangka panjang," kata ketua tim peneliti Kou Murayama dari University of California, Los Angeles.

Peneliti mengaku tak heran jika matematika seringkali membuat anak kewalahan karena mata pelajaran ini terdiri atas simbol-simbol dan aturan yang sulit dikonseptualisasi. "Strategi belajar matematika itu berbeda dari pelajaran lainnya, sebab matematika itu mengandung bahasa yang sama sekali berbeda dengan yang biasa dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari," papar Murayama.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development ini didasarkan pada data sebuah studi yang dilakukan di Jerman selama 6 tahun dan melibatkan sekitar 3.500 pelajar kelas 5-10. Peneliti mengamati tingkat intelejensia, tingkat motivasi partisipan (dilaporkan secara mandiri) dan strategi belajar partisipan untuk mengetahui apakah ketiga hal itu dapat memprediksi peningkatan kemampuan matematika partisipan dari waktu ke waktu.

Partisipan pun menjalani sebuah tes untuk menentukan seberapa besar pencapaian pembelajaran matematikanya di akhir tahun ajaran.

Dari situ peneliti menemukan bahwa tingkat intelejensia anak hanya berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan matematikanya di tahun-tahun pertama studi saja, sedangkan dari waktu ke waktu dua hal lainnya, motivasi dan strategi belajar dilaporkan lebih penting dan diperlukan anak agar sukses belajar matematika.

"Kemampuan belajar anak itu melibatkan faktor-faktor yang menunjukkan bahwa pendidikan itu bisa diupayakan. Salah satunya dengan mencari cara agar anak termotivasi dan mengajari mereka beberapa skill belajar yang dapat membantu memajukan kemampuan mereka di mata pelajaran matematika atau lainnya," tandas Murayama.

Lalu bagaimana cara terbaik untuk memotivasi seorang anak? "Cobalah bantu anak Anda untuk mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan apa yang mereka butuhkan di masa depan," saran Murayama seperti dikutip dari health.com, Jumat (21/12/2012).

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar