Kamis, 20 Desember 2012

'Persaingan' Bayi Kembar Dimulai dari dalam Rahim

Bayi kembar bersaing sejak mereka berada dalam kandungan. Itulah yang ditunjukkan pemindaian terhadap bayi kembar dalam rahim ibu di London, Inggris.

Pemindaian berbasis teknologi sinematik MRI. Peneliti di Center for Fetal Care di London menangkap rekaman kembar identik yang saling 'menendang' dalam rahim. Mereka berjuang mendapatkan ruang di rahim sang ibu.

"Apa yang kami amati adalah posisi mereka dalam hubungan satu sama lain dan berapa banyak ruang yang mereka tempati, dan bagaimana mereka bisa bergerak dan mendorong satu sama lain," kata peneliti Marisa Taylor-Clarke dari Robert Steiner MR Unit di Imperial College London, yang merekam gambar tersebut.

Para peneliti mengatakan teknologi sinematik-MRI menghasilkan gambar yang lebih rinci dari MRI konvensional. Teknologi itumampu menangkap gambar yang luar biasa.

Gambar dari 'pertempuran' si kembar berasal dari sebuah studi yang ingin melihat teknologi pencitraan resonansi magnetik dapat digunakan untuk mendiagnosis sindrom transfusi dari kembar ke kembar (TTS).

Sindrom transfusi saudara kembar adalah suatu kondisi yang jarang namun berpotensi mematikan di mana darah bergerak dari satu kembar ke yang lain. Kondisi tersebut terjadi hanya pada kembar identik. Sebab mereka secara signifikan dapat mengurangi suplai darah pada kembar yang kehilangan darah.

Bayi yang kehilangan banyak suplai darah akan lahir lebih kecil. Tubuh mereka pucat, anemia, dan dehidrasi.

Sedangkan kembar yang menerima banyak suplai darah lahir dengan ukuran lebih besar. Warna tubuh mereka kemerahan dan tekanan darah meningkat.

Para ahli mengatakan karena volume darah meningkat, kembar penerima secara signifikan lebih mungkin untuk mengembangkan gagal jantung yang mungkin memerlukan obat untuk merawatnya.

"Jadi salah satu masalah dengan ketidakseimbangan aliran darah adalah bahwa jika Anda mendapati pergeseran (aliran) darah dari satu kembar yang lain, yang dapat menyebabkan cedera otak, sehingga dapat menyebabkan stroke atau perdarahan di salah satu atau otak kedua kembar. MRI dapat melihat tanda-tanda cedera otak jauh lebih awal dan secara rinci jauh lebih besar daripada USG dapat saat ini," kata Clarke.

Untuk kembar yang menderita TTS, bedah laser dapat dilakukan untuk mengganggu aliran darah dari satu kembar yang lain. Prosedur memungkinkan ketidakseimbangan cairan untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Para ahli mengatakan bahwa setelah dilahirkan, jika kondisi ini ringan, pemulihan penuh diharapkan untuk kedua kembar bisa terjadi. Namun pada kasus yang parah dapat menyebabkan kematian.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar