Senin, 24 Desember 2012

Anda Gemuk? Bisa Jadi Karena Bakteri Enterobacter

Kegemukan selain bisa disebabkan oleh pola makan atau genetik, bisa jadi juga karena kontribusi bakteri.

Hasil penelitian ilmuan Jiatong University di Shanghai, China, yang dipublikasikan International Society for Microbial Ecology menemukan bahwa bakteri Enterobacter berkontribusi pada kegemukan tikus.

Ilmuwan itu mempelajari tikus yang sudah dikondisikan sehingga resisten terhadap kegemukan. Walhasil, tikus ini tetap ramping meski diberi makanan yang berlemak dan tidak bergerak. Namun ketika sebagian dari tikus itu disuntik dengan bakteri manusia Enterobacter, dengan segera mereka menjadi gemuk.

Berdasarkan laporan itu, Enterobacter pertama kali dikaitkan dengan kegemukan setelah ditemukan dalam jumlah tinggi di dalam usus seorang sukarelawan bertubuh gemuk yang tidak sehat. Hasil percobaan menunjukkan, bakteri ini kemungkinan berkontribusi pada perkembangan obesitas manusia.

Menurut peneliti, pasien mengalami penurunan berat badan hingga 63 pon (setara 28,57 kilogram) selama sembilan minggu setelah mengikuti diet dengan konsumsi gandum, makanan tradisional China, dan prebiotik. Penyebabnya, makanan itu menurunkan keberadaan bakteri di dalam usus pasien yang jumlahnya tidak bisa diprediksi.

Salah satu penulis itu, Zhao Liping, mengalami penurunan berat badan 43 pon (setara 19,50 kilogram) setelah dua tahun mengikuti diet probiotik yang difermentasi untuk menyesuaikan keseimbangan bakteri di dalam ususnya.

Penelitian Zhao dalam memahami peran bakteri dalam obesitas diilhami oleh pengobatan tradisional China yang menyatakan usus adalah fondasi kesehatan manusia.

Para peneliti berharap bisa mengidentifikasi bakteri yang terkait dengan obesitas dari berbagai populasi manusia di masa depan. Menurut data 2008, di seluruh dunia, obesitas dialami oleh lebih dari 500 juta orang dewasa, demikian Dailymail.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar