Kamis, 20 Desember 2012

Ibu Menyusui Berisiko Rendah Alami Hipertensi

Banyak manfaat memberikan air susu ibu (ASI) bagi sang bayi. Namun, kegiatan itu juga bermanfaat bagi kesehatan sang ibu. Salah satunya yaitu ibu menyusui, minimal enam bulan dan maksimal 12 bulan, berisiko rendah mengalami tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Namun, peneliti tak menyimpulkan alasan menyusui dapat menciptakan tekanan darah yang sehat. Penelitian itu hanya membuktikan manfaat menyusui bagi ibu.

Para ahli merekomendasikan pemberian ASI secara ekslusif pada enam bulan pertama kelahiran si bayi. Pemberian ASI dilanjutkan hingga usia satu tahun meskipun bayi sudah mendapat makanan padat.

Kandungan dalam ASI melindungi bayi dari penyakit umum seperti diare dan infeksi telinga bagian tengah. Sang ibu pun menuai manfaat yaitu berisiko rendah terkena diabetes, kolesterol, dan penyakit jantung. Namun, tak satupun penelitian membuktikan hubungan sebab akibat itu.

Lantaran itu, peneliti melibatkan 56 ribu perempuan Amerika Serikat yang memiliki setidaknya satu bayi. Perempuan yang menyusui, setidaknya selama enam bulan, akan mengembangkan kekebalan pada tekanan darah tinggi lebih lama 14 tahun ketimbang ibu yang bayinya meminum susu botol.

Hampir 8.900 perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian didiagnosis dengan tekanan darah tinggi. Data mengungkap risiko darah tinggi lebih tinggi 22 persen pada perempuan yang tidak menyusui anak pertama mereka, dibandingkan mereka yang menyusui secara eksklusif selama enam bulan.

Namun para peneliti mengingatkan harus dilihat pula faktor-faktor seperti kebiasaan diet, olahraga, dan merokok.

"Tidak ada temuan membuktikan bahwa pemberian ASI memberikan perlindungan jangka panjang terhadap tekanan darah tinggi," kata ketua peneliti, Dr Alison M Stuebe, dari University of North Carolina, Chapel Hill.

"Adalah masuk akal bahwa menyusui memiliki manfaat langsung," kata Stuebe. Penelitian atas hewan telah menemukan bahwa hormon oksitosin, yang terlibat dalam menyusui, memiliki efek langsung pada tekanan darah. "Perempuan juga cenderung memiliki penurunan tekanan darah jangka pendek  segera setelah menyusui," tambah Stuebe.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar