Minggu, 09 Desember 2012

Tidur Dapat Bekerja sebagai Obat Pereda Sakit

Tidur bisa bekerja lebih baik untuk menghilangkan rasa sakit kertimbang obat. Demikian dinyatakan sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep.

"Hasil penelitian kami menunjukkan pentingnya tidur yang cukup dalam berbagai kondisi nyeri kronis atau dalam persiapan untuk prosedur bedah elektif," kata pemimpin penulis studi Timothy Roehrs. Ia mengaku timnya terkejut dengan kegiatan tidur dapat menurunkan rasa sakit ketimbang obat mereda nyeri.

Penelitian melibatkan sejumlah orang yang sehat, bebas rasa sakit, berusia dewasa, namun kerpa merasa takut. Mereka diminta menjaga waktu tidur kebiasaan mereka selama empat malam. Mereka juga diminta memperpanjang waktu tidur hingga 10 jam setiap malam.

Peneliti kemudian mengukur rasa kantung di siang hari dengan obyektif. Caranya yaitu menggunakan tes patensi tidur ganda. Sementara sensitivitas nyeri diukur dengan menggunakan stimulus panas radiasi.

Penelitian menunjukkan kelompok yang menambah jam tidurnya selama 1,8 jam ternyata lebih waspada di siang hari. Sensitivitas mereka terhadap rasa sakit pun berkurang.

Peneliti mengatakan para peserta dalam kelompok tersebut mampu menahan jari pada sumber panas radiasi sebesar 25 persen lebih lama ketimbang mereka yang masa tidurnya seperti biasa. Peneliti menyimpulkan waktu tidur yang diperpanjang dapat membantu mengurangi rasa sakit.

sumber

1 komentar:

  1. Great to see that someone still understand how to create an awesome blog.
    The blog is genuinely impressive in all aspects.
    Good Blog, I like this.
    dewa poker

    BalasHapus