Jumat, 08 Februari 2013

Kelebihan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Kelebihan Menjadi Ibu Rumah Tangga
Setelah menikah, banyak perempuan yang tetap melanjutkan kariernya sebagai pekerja. Namun tak sedikit pula yang memilih menjadi seorang ibu rumah tangga.

Terlepas dari pro kontra minat seorang perempuan yang sudah menikah, seorang ibu rumah tangga memiliki keuntungan sebagai berikut:

1. Punya banyak waktu
Seorang ibu rumah tangga memiliki lebih banyak waktu dari seorang perempuan yang bekerja setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00. Ia tentunya tak harus tergesa-gesa menghabiskan waktunya.

Ibu rumah tangga memiliki banyak waktu bersantai atau mengerjakan apapun di sekitar rumah sehingga tak perlu khawatir dimarahi bos.

2. Rasa lelah berkurang
Saat rasa lelah datang, seorang ibu rumah tangga hanya perlu meletakkan kakinya dan tidur-tiduran di kasur. Tapi itu tak bisa dilakukan seorang perempuan pekerja.

Perempuan karier harus berpikir untuk mengatakan pada bosnya bahwa ia memerlukan istirahat. Tentunya, ia mendapat konsekuensinya.

3. Sambil bekerja
Ada kalanya ibu rumah tangga merasa perlu membantu perekonomian keluarga atau setidaknya untuk dirinya sendiri. Ia bisa memulai bisnis atau usaha di rumah.

Dengan cara itu, ia tak perlu terjebak dengan kesibukan lingkungan kerja. Ia juga masih tetap bisa memperhatikan keluarga.

4. Lebih bebas
Ibu rumah tangga adalah 'bos' di rumah. Rumah adalah kantornya. Ia juga bisa mempekerjakan orang-orang sebagai tukang kebun, tukang masak, pelayan rumah, atau pengasuh anak.

Ia pun dapat bersantai ria sambil berbincang-bincang dengan temannya, menonton TV, atau sekedar jalan-jalan.

5. Mempelajari keterampilan baru
Seorang perempuan pekerja lebih sulit mempelajari keterampilan baru ketimbang ibu rumah tangga. Sebab, waktu ibu rumah tangga lebih banyak untuk menekuni sebuah keahlian baru dan menggeluti hobinya.

6. Memantau perkembangan anak
Rasa dosa terbesar seorang ibu yang bekerja di kantor adalah memiliki sedikit waktu untuk memantau perkembangan anaknya. Ia harus bisa mengatur waktu antara pekerjaan dengan kebutuhan anak-anaknya.

Sementara ibu rumah tangga selalu siap berada di samping anak-anaknya. Sehingga ia bisa melihat anaknya mulai berbicara, berjalan, dan melakukan banyak hal.


sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar